Tujuan Dasar dari Laporan Kuangan Akuntansi Syariah

Tujuan Dasar dari Laporan Kuangan Akuntansi Syariah

Secara normatif tujuan laporan keuangan Akuntansi Syariah dapat diformulasikan sebagai perpaduan antara aspek-aspek yang bersifat materialistik dan spiritualistik; perpaduan “materi” dan “spirit”. Tujuan dasar laporan keuangan Akuntansi Syariah yang bersifat “materi” adalah untuk pemberian informasi (akuntansi), sedangkan yang bersifat “spirit” adalah untuk akuntanbilitas (cf. baydoun and Willet 1994).
Materi dan “spirit” memang berbeda, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan. Dalam wacana filsafat idealisme, “spirit” dianggap lebih abadi dibandingkan dengan “materi”. Posisi akuntanbilitas lebih lebih substansial, atau menjadi “jiwa”, atau menjadi dasar “etika”, daripada pemberian informasi. Akuntanbilitas merupakan spiritualitas Akuntansi Syariah, tanpa akuntanbilitas, Akuntansi Syariah menjadi instrumen “mati” yang mekanismenya kita temukan sebagaimana yang terjadi pada akuntansi modern.
Manusia seolah-olah mengikat kontrak dengan Tuhan, manusia ditugaskan untuk menyebarkan rahmat/kesejahteraan (dalam bentuk ekonomi, sosial, spiritual, politik, dan lain-lainnya) pada manusia yang lain (stakeholders) dan alam (natural environment). Tugas manusia itu adalah tugas yang membumi. Tugas tersebut menyangkut penciptaan dan penyebaran rahmat kepada manusia yang lain dan lingkungan alam dalam bentuk aktivitas bisnis.
Pada dasarnya akuntansi syariah merupakan instrumen akuntabilitas yang digunakan oleh manajemen kapada Tuhan (akuntabilitas vertikal), stakeholders, dan alam (akuntabilitas horizontal). Pemikiran ini mempunyai dua implikasi.
Pertama, Akuntansi Syariah harus dibangun sedemikian rupa berdasarkan nilai-nilai etika (dalam hal ini adalah etika Syariah) sehingga “bentuk” Akuntansi Syariah (dan konsekuensinya informasi akuntansi yang disajikan) menjadi lebih adil; tidak berat sebelah, sebagaimana kita temukan pada akuntansi modern yang memihak kepada kapitalis (dan kreditor) dan memenangkan nilai-nilai maskulin. Kedua, praktik bisnis dan akuntansi yang dilakukan manajemen juga harus berdasarkan pada nilai-nilai etika syariah.
Sisi lain dari Akuntansi Syariah adalah pemberian informasi – sebagai perwujudan dari “materi”. Pemberian informasi, sebetulnya merupakan konsekuensi logis dari adanya akuntabilitas. Akuntabilitas (dengan dasar nilai etika syariah) menjadi spirit yang mendasari bentuk akuntansi dan informasi akuntansi.bentuk dan informasi akuntansi dengan spirit etika syariah ini digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Karena bentuk dan informasi akuntansi tersebut berdasarkan etika syariah, maka keputusan-keputusan yang diambil juga akan mengandung nilai-nilai syariah; dan konsekuensinya, realitas yang diciptakan adalah realitas yang bernuansa syariah.

Karakter Laporan Keuangan Akuntansi Syariah
Akuntansi modern memiliki karakter khas yang ada dalam dirinya, yaitu karakter egoistik, materialistik, dan kuantitatif. Dalam perspektif ajaran manunggaling kawulo-gusti, tiga sifat tersebut tidak perlu dihilangkan, tetapi sebaliknya disatukan atau dipadukan dalam interaksi yang dinamis dan harmonis dengan sifat yang lain. Misalnya, sifat egoistik dipadukan dengan altruistik, sifat materialistik dikawinkan dengan spiritualistik, dan sifat kuantitatif dengan sifat kualitatif.
Egoistik-altruistik
Akuntansi modern memiliki sifat egoistik, sifat ini terlihat pada laporan laba-rugi di mana dalam laporan tersebut puncak informasi yang disajikan adalah laba (profit) tau rugi (loss). Para pemegang saham memiliki kepentingan besar terhadap return yang ingin diperoleh, jadi pada dasarnya laporan laba-rugi ditujukan memberikan informasi pada shareholder bukan pada yang lain. Jelas sifat egoistiknya, karena semata-mata ditujukan kepada shareholder yang notabene adalah pemilik perusahaan. Dalam neraca juga terdapat sifat egoistik, khususnya pada sisi ekuitas. Informasi yang disajikan dalam ekuitas adalah informasi tentang shareholders sekaligus juga informasi tentang kekayaan atau hak yang dimilikinya, bukan milik orang lain tetapi milik dari sharehoders.
Sedangkan pendapatan dan beban yang sifatnya publik sama sekali tidak disajikan. Alasan mendasar mengapa public cost and benfits tidak dilaporkan dalam laporan keuangan pada dasarnya berpijak pada kesulitan identifikasi, pengukuran dan penilaian.
Oleh karena itu, untuk menciptakan hidup yang berbahagia, maka akuntansi secara ideal tidak saja menyajikan private costs and benefits, tetapi juga public costs and benefits.
Sehingga akan memiliki dampak yang cukup besar dalam bentuk laporan keuangan akuntansi syariah.

Materialistik-spiritualistik
Dalam akuntansi modern, sifat materialistik terlihat jelas di laporan Keuangan, seluruh unsur laporan keuangan akuntansi modern hanya memberikan informasi tentang aktivitas perusahaan yang bersifat materi dan diukur dalam unit (uang) atau singkatnya menyajikan realitas materi.

Laporan keuangan Akuntansi Syariah bertujuan untuk menyediakan informasi akuntansi, sedangkan wujud spiritualnya adalah untuk menyediakan media akuntabilitas. Dengan perpaduan ini, tujuan laporan keuangan Akuntansi Syariah menjadi lebih seimbang dan adil.

Kuantitatif-kualitatif
Sifat ketiga dari akuntansi modern adalah kuantitatif. Dengan sifatnya ini, akuntansi modern akhirnya hanya mengakui dan menyajikan informasiyang sifatnya kuantitatif saja. Sebaliknya, informasi kualitatif adalah informasi yang termrjinalkan.
Informasi kuantitatif akan cenderung mengarahkan pengguna dari informasi ini untuk juga berpikir kuantitatif, dan selanjutnya mengambil keputusan ekonomi dengan perhitungan kualitatif saja.
Padahal tidak jarang keputusan-keputusan bisnis yang sukses berdasarkan pada pertimbangan kualitatif. Ini menunjukkan bahwa aspek kualitatif di dalam bisnis juga sangat penting dan bahkan tidak boleh diabaikan.

About Agungrakhmat04

so easy to get me
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s