pengendalian manajemen proyek: hakekat proyek

PENGENDALIAN MANAJEMEN PROYEK

HAKEKAT PROYEK

Sebuah proyek adalah sekumpulan kegiatan yang dimaksudkan untuk mencapai hasil akhir terentu yang memiliki arti yang cukup pentig bagi kepentingan pihak manajemen proyek bisa dalam bentuk proyek konstruksi pembuatan suatu produk besar yang unik pengaturan ulang pabrik pengembangan produk baru kegaitan konsultasi audi akuisisi dan divestasi tuntutan hukum restrusturisasi financial kegiatan riset dan pengembangan pengembangan dan instalansi system informasi dan banyak yang lain

Sebuah proyek dimulai ketika manajemen telah menyetujui sifat umum dari apa yang harus dikerjakan dan yang telah disetujui tentang taksiran jumlah sumber daya yang akan digunakan alama mengerjakan suatu proyek dan akan berakhir ketika tujuannya telah tercapai atau proyek tersebut telah dibatalkan penyelesesain atas suatu proyek mungkin mengakibatkan adanya operasi yang berlangsung rutin seperti proyek pengembangan suatu produk baru yang berhasil transisi dari organisasi proyek ke organisasi operasional yang akan melibatkan masalah pengendalian manajemen yang rumit Ada beberapa jenis proyek antara lain yang dikerjakan oleh sedikit atau banyak orang didalamnya seperti proyek pengembangan suatu produk dan lain sebagainya

Perbandingan dengan operasi rutin

Bagian ini menguraikan karakteristik dan dari proyek yang membuat pengendalian manajeme untuk proyek berbeda dengan pengendalian manajemen kegiatan rutin

  • Sasaran tunggal

Sebauah proyek biasanya mempunyai sasaran tunggal oprasi rutin mempunyai sebuah tujuan sebagai tambahan selain mengawasi pekerjaan sehari hari manajer sebuah tanggung jawab pada organisasi yang telah memakukan kegiatan rutin harus mengawasi pekerjaan hari ini dan membuat keputusan yang mempengaruhi operasi dimasa depan

  • Struktur organisasi

Dalam banyak hal organisasi proyek bertumpang tindih dengan organisasi operasional system pengendalian manajemen bertumpang tindih dengan sisitem pengedalian manjemen organisasional tersebut masalah ini terdapat didalam organisasi yang rutin hubungan yang memuaskan harus dibina antara organisasi proyek dan organisasi operasional yang rutin

  • Focus pada proyek

Pengendalian atas proyek dimana tujuannya adalah untuk menhasilkan produk yang memuaskan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan pada tingkat biaya yang optimum sebaliknya mengendalikan manajamen dari pada organisasi rutin difokuskan pada kegiatan kegiatan dalam suatu periode waktu tertentu seperti satu bulan dan berlaku pada semua produk yang dikerjakan dalam jangka waktu tersebut

  • Perluasnya trade off

Proyek biasanya melibatkan trade off anatar ruang lingkup , jadawal dan biaya biaya dapat dikurangi dengan mengurangi ruang lingkup suatu proyek jadwal dapat dipersingkat dengan menimbulkan biaya lembur trade off yang serupa terjadi didalam organisasi rutin tetapi mereka bukanlah merupakan kegiatan sehari hari yang umum didalam organisasi semacam itu

  • Standar yang kurang andal

Standar kerja yang digunakan cenderung kurang dapat diandalkan pada proyek jika dibandingkan dengan organisasi rutin meskipun spesifikasi dari suatu proyek danmetode pelaksanaannya dapat sama dengan proyek yang lain rancangan proyek secara harfiah hanya dapat sigunakan satu kali bagaimana pun standar untuk aktifitas proyek yang repetitive dapat dikembangkan dari pengalaman msa lalu dari analisis teknis atas waktu dan biaya yang optimal jika aktivitas proyek yang digunakan adalah sama dengan proyek yang lain pengalaman dari proyek ini dapat digunakan menjadi dasar dalam untuk memperkirakan waktu dan biaya

  • Seringnya terjadi perubahan dalam perencanaan

Rencana proyek cenderung sering berubah secara drastic kondisi lingkungan yang tidak terduga dalam proyek konstruksi atau pengungkapan fakta yang tidak diperkirakan sebelumnya selama pelaksanaan konsultasi dapat mengarah kepada perubahan rencana

  • Ritme yang berbeda

Irama dari proyek berbeda dengan operasi rutin kebanyakan proyek dimulai dari kecil meningkat mencapai aktifitas puncaknya dan kemudian menurun dengan semakin dekatnya penyelesaian hingga akhirnya yang harus dilakukan hanyalah pemberesanya sedangkan aktifitas rutin cenderung beroperasi pada tingkat aktifitas yang sama selama waktu yang cukup lama dan kemudian berubah kea rah mana pun tingkat tersebut ke tingkat yang lain

  • Pengaruh lingkungan yang lebih besar

Suatu proyek cenderung dipengaruhi oleh lingkungan external jika dibandingkan operasi yang terdapat didalam pabrik kegiatan porduksi berlangsung dalam pabrik yang dinding dan atapnya melindungi mereka dari pengaruh lingkungan. Proyek kosntruksi dilaksanakan dilluar dan dipengaruhi oleh kodisi cuaca dan keadaan geografis lainnya dan banyak keadaan external yang tidak terduga

  • Pengecualian

Perbedaannya tidak terlalu jelas dilihat antara keduanya namun adanya perbedaan terhadap bagaimana mengelola karyawan dan jenis kerjanya

LINGKUNGAN PENGENDALIAN

Struktur Organisasi Proyek

Organisasi proyek merupakan organisasi sementara sebuah tim dibentuk untuk pelaksanaan proyek dan tim dibubarkan ketika tuganya selesai anggota tim dapat merupakan karyawan dari organisasi yang menjadi sponsor proyek atau dapat pula direkrut khusu untuk proyek tersebut atau mereka alah karyawan dari organisasi luar yang mendapat kontrak untuk melaksanakan proyek itu

Jika proyek dilaksanakan seluruhnya atau sebagian oleh kotraktor dari luar sponsor proyek sebaiknya dengan menetapkan aturan kerja yang jelas dengan para personel kontraktor itu hubungan ini diatur oleh syarat syarat kontrak, Jika proyek dilaksankan oleh organisasi yang mensponsori beberapapekerjaan mungkin ditugaskan untuk mendukung unit unit yang ada dalam organisasi dan hubungan yang serupa yang haris dibentuk oleh mereka

  • Organisasi matrix

Organisasi matriks disebut juga organisasi manajemen proyek, yaitu organisasi dimana penggunaan struktur organisasi menunjukkan dimana para spesialis yang mempunyai keterampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan. Organisasi ini digunakan berdasarkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan. Kebaikan organisasi ini adalah terletak pada fleksibilitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi ini tidak mengganggu struktur organisasi yang ada. Sedangkan kelemahannya akan timbul kalau manager proyek tidak bisa mengkoordinir dari berbagai bagian yang berbeda tersebut sehingga dapat menghadapi kesulitan dalam mengembangkan tim yang padu. Untuk mengatasi kesulitan yang mungkin timbul, maka manager proyek biasanya diberi wewenang khusus yang penting, misalnya : dalam menentukan gaji, mempromosikan atau melakukan perlakuan personalia yang merugikan anggota kalau selama proyek berlangsung melanggar peraturan yang telah ditetapkan manajer proyek. organisasi matriks mencapai keseimbangannya karena ada tekanan dari kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan. Memang organisasi matriks lahir dari budaya Barat, di mana kemajuan dibangun melalui pertentangan. Organisasi menjadi seimbang karena adanya pertentangan antara pihak yang memperebutkan sumber yang terbatas. Dan, pertentangan itu juga yang menyebabkan berbagai pihak berpikir lebih cermat. Akibatnya, pertentangan tersebut menyebabkan mereka menjadi lebih maju, berhemat dan juga menjadi terpaksa untuk berpikir lebih cermat.

  • Evolusi struktur organisasi

Jenis personel dan metode manajemen yang berbeda mungin tepat dilaksanakan pada berbagai tahapan proyek pada tahap perencanaan sebuah proyek konstruksi pada tahap pelaksaanaan royek peran utama adalah para manjer produksi pada tahap akhir pekerjaan sudah berkurang dan tugas utama barangkali adalah mengupayakan penerimaan sponsor dengan ketarmpilan pemasaran yang tinggi

Hubungan Kontraktual

Jika proyek dilaksanakan oleh kontraktor luar, maka tingkat pengendalian proyek akan bertambah. Sebagai tambahan kepada pengendalian yang dilaksanakan oleh kontraktor yang mengadakan pekerjaan itu, organisasi sponsor juga bertanggung jawab untuk melakukan pengendaliannya sendiri. Kontraktor dapat membawa system pengendaliannya sendiri ke dalam proyek, dan sistem ini mungkin harus disesuaikan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh sponsor. (Hal ini bukan berarti terjadi duplikasi sistem; hanya saja sistem sponsor hendaknya menggunakan data dari sistem proyek.) Bentuk pengaturan kontrak mempunyai dampak penting pada pengendalian. Kontrak memiliki dua jenis umum: harga tetap dan penggantian biaya,dengan banyak variasi pada masing-masing jenis.

  • Kontrak Harga Tetap

Dalam kontrak harga tetap, kontraktor setuju untuk menyelesaikan pekerjaan yapg telah ditentukan padawaktu yang.telah ditentukan denganharga tertentu. Biasanya, ada denda (penalti) jika pekerjaan ini tidak diselesaikan sesuai dengan spesifikasi ,atau jadwal yang telah ditentukan tidak terpenuhi. Dalam hal ini, kelihatannya kontraktor menanggung semua risiko dan karenanya bertanggung jawab penuh atas pengendalian manajemen, tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian. Jika sponsor memprtuskan untuk mengubah ruang lingkup proyek atau jika kontraktor menjumpai keadaan yang tidak tercantum dalam kontrak , perubahan pesanan dapat diterbitkan. Semua pihak harus sehrju pada ruang lingkup jadwal, dan dampak biaya dari setiap perubahan pesanan. Jika perubahan pesanan melibatkan kenaikan biaya, biaya ini akan ditanggung oleh sponsor. Konstruksi pembangunan rumah konvensional dapat melibatkan kurang lebih lusinan perubahan pesanan; pada beberapa proyek yalg kompleks, terdapat ribuan perubahan. Dalam kondisi seperti ini, harga akhir peke4aan sebenamya bukanlah harga tetap yang dinyatakan di muka. Dalam kontrak harga tetap, sponsor bertanggung jawab untuk mengaudit mutu dan jumlah dari pekerjaan urituk memastikan bahwa ia tehh dikerjakan sesuai dengan spesifikasi. Tugas ini dapatmenjadi sebuah tugas.yang sama komprehersifnya dengan mengauditbiaya daiipekerjaan yang dilakukan atas dasar kontrak penggantian biaya.

  • Kontrak Penggantian Biaya

Dalam kontrak penggantian biaya, sponsor setuju untuk membayarkan biaya yang wajar ditambah dengan suatu laba (sering dengan klausul yang menyatakan “tidak melebihi” batas atas). Dalam kontrak seperti ini, sponsor cukup memiliki tanggung jawali untuk mengendalikan biaya dan oleh karenanya memerlukan system pengendalian manajemen dan personel pengendalian yang terkait yang sama dengan sistem dan personel yang digunakan oleh kontraktor dengan kontrak harga tetap. Konhak dengan pengganlian biaya alan layal rrntuk digunakan jika ruang lingkup, jadwal, danbiaya proyek tidak dapat dihitung secara meyakinkan dimuka.

  • Perbandingan dalam Jenis -jenis Kontrak

Harga untuk kontrak harga tetap ditawar atau diusulkan oleh kontraktor untuk sampai pada harga ini, kontraktor yang kompeten memasukkan penyisihan untuk kejadian tidak terduga, dan besamya penyisihan ini bervariasi pada tingkat ketidakpastian. Jadi, bagi proyek yang menghadapi keadaan sangat iidak menentu, penyisihan cadangan tidak terduganya akan besar, sponsor pada akhimya dapat membayar lebih banyak pada konirak harga tetap daripada jika dibandingkan dengan kontrak penggantian biaya, di rnana tidak terclapat penyisihan cadangan tidak terduga. Pembayaran tambahan ini merupakan imbalan kontraktor unfuk menerima adanya risiko tambahan. Kontrak harga tetap adalah tepat ketika lingkup proyek dapat secara jelas dispesifikasikan di muka dan ketika ketidakpastian rendah. Dalam keadaan seperti ini, kontraktor tidak dapat secara signifikan menaikkan harga dengan menegosiasi perubahan pesanan dan oleh karenanya memiliki motivasi untuk mengendaiikan biaya. Jika kontraktor menandatangani kontrak yang tidak memasukkan cadangan yang tepat bagi penyesuaian yang disebabkan oleh perubahan lingkup atau oleh kelidakpastianyarg tidak dapat dikendalikan, ia akan menolak permintaan sponsor trntuk membuat perubahan yang diinginkan dan dalam kasus yang ekstrem, ia tidak bersedia menyelesaikan proyek tersebut. Jika kontraktor meninggalkan proyek, tidak ada satu pun yang menang: sponsor tidak mendapat produknya, kontraktor tidak mendapat pembayaran dari kedua belah pihak mungkin harus mengeluarkan biaya jasa pengacara. Di dalam kontrak penggantian biaya, komponen iaba.atau pembayaran jasa, biasanya harus ditetapkan dalam jumlah satuan moneter. iika hal itu merupakan persentase biaya kontraktor termotivasi untuk membuat biaya yang tinggi dan dengan cara demikian meningkatkan keuntungamya. Namun demikian, ongkos jasa tetap biasanya disesuaikan jika lingkup ataujadwal proyek berubah secara signifikan.

  • Variasi

Di dalam dua jenis umum kontrak di atas. terdapat banyak variasi. Pada kontrak insentif, tanggal penyelesaian atau target biaya, atau keduanya, didefinisikan di muka, dan kontraktor diberi imbalan atas penyelesaian proyek lebih awal dibandingkan dengan tanggai target atau atas biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan target biaya. Imbalan ini dalarn bentuk bonus penyelesalan yang ditetapkan pada jumlah per unit waktu yang dihemat atau bonns biaya yang ditetapkan sebagai persentase dari biaya yang dihemat, atau keduanya. Kontrak semacam itu kelihatannya dapat mengatasi kelemahan bawaan dari kontrak penggantian biaya yang tidak mempunyai imbalan seperti itu. Namun demikian, jika target tidak realistis, maka insentifnya tidat efektif. Jadi, kontrak insentif merupakan jalan tengah; kontrak tersebut adalah tepat ketika estimasi penyelesaian dan biaya yang ter.jadi dapat dibuat dengan cukup layak.

Struktur lnformasi

  • Paket Kerja

Dalam sistem pengendalian proyek, informasi disusun berdasarkan elemen-eiemen proyek. Elemen yang paling kecil disebut paket kerja, dan cara di mana paket kerja ini adalah kumpulan yang disebut struktur rincian pekerjaon (work breakdown structure -WBS). Paket kerja adalah pertambahan pekerjaan yang dapat diukur, biasanya dengan jangka waktu yang singkat. pekerjaan tersebut harus memiliki sebuah titik yang tringgal dan dapat diidentifikasi, yang disebut tolok ukur kemajuan (rnilestone). Setiap paket pekerjaan harus merupakan tanggung jawab dari seorang manajer. Jika proyek mempunyai paket-paket pekerjaan yang sama (misalnya, paket pekerjaan yang terpisah untuk pekerjaan elektrikal pada setiap lantai gedung perkantoran), masing-masing harus didefinisikan dengan cara yang sarna agar supaya biaya dan informasi jadwal pekerjaan dapat dibandingkan dengan paket pekerjaan yang serupa. Demikian juga jika sebuah industri telah mengembangkan biaya atau waktu, standar uniuk kinerja jenis tertentu dari paket pekerjaan (sebagaimana merupakan kasus di banyak cabang industri konstruksi), ataujika organisasi proyek telah mengembangkan standar seperti itu berdasarkan pekerjaan sebelumnya, definisi yang digunakan di dalam standar-standar ini harus diikuti.

  • Perkiraan Biaya Tidak Langsung

Sebagai tambahan dari paket pekerjaan bagi pekerjaan proyek langsung, dibuat perkiraan biaya untuk aktivitas administrasi dan aktivitas pendukung. Berbeda dengan paket pekerjaan, aktivitas ini trdak mempunyai hasil keluaran yang didefinisi. Estimasi biaya ini biasanya ditetapkan dalam satuan unit waktu, seperti dalam sebulan, persis seperti penyajian biaya overhead untuk pusat tanggung jawab aktivitas rutin. Daftar akun, yang merupakan aturan pembebanan biaya ke dalam proyek, dan wewenang memberikan persetujuan dan kuasa penandatanganan yang spesifik ditentukan di muka. Item-item biaya manakah yang akan dibebankan langsung kepada paket pekerjaan? Tingkat biaya terendah manakah yang merupakan kumpulan biaya moneter? Apakah komitrnen biaya dicatat sebagai tambahan kepada biaya aktual yang terjadi? (bagi banyak jenis proyek, ha1 ini’sangat diharapkan). Bagaimana jika semua biaya overhead dan penggunaan peralatan dialokasikan kepada paket pekerjaan? Jika selama proyek ternyata struktur rincian pekerjaan atau sistem akuntansi temyata tidak dapat digunakan, maka ia harus direvisi. Hal ini mungkin memerlukan penyusunan kembali banyak informasi, baik informasi yang sudah dikumpulkan dan informasi yang menjelaskan rencana di masa depan. Mengubbh struktur irLformasi di tengah-tengah adalah sulit, memakan waktu dan menyebabkan frustrasi. Untuk menghindari pekerjaan ini, para perencana proyek harus mencurahkan cukup banyak pikiran dan perhatian sebelum.proyek dimulai, untuk merancang dan memasang sebuah sistem pengendalian manajemen yang baik.

PERENCANAAN PROYEK

Pada tahap perencanaan, tim perencanaan proyek menggunakan perkiraan kasar yang menjadi dasar pengambilan keputusan.pelaksanaan proyek sebagai titik awalnya. Mereka mengolah perkiraan ini menjadi spesifikasi terinci atas produk, jadwal rinci, dan anggaran biaya. Mereka juga mengembangkan sistem pengendalian manajemen dan sistem pengendalian tugas yang menjadi dasar (atau menerapkan semua ini dari sistem yang pernah digrurakan sebelumnya), dan sebuah bagan organisasi. Kotak dalam bagan ini lama-kelamaan akan diisi dengan nama-narna personel yang akan mengelola pekerjaan tersebut. Pada proyek yang tidak terlalu rumit sekalipuir, ada rencana untuk perencanann, yaitu uraian perencanaan setiap tugas, siapa yang bertanggung jawab untuk pekerjaan itu, kapan pekerjaan itu harus diselesaikan, serta hubungan antara tugas-tugas tersebut. Proses perencanaan itu sendiri merupakan sub proyek dalam keseluruhhn proyek. juga ada sistem pengendalian untuk memastikan bahwa kegiatan perencanaan dilakukan secara semestinya.

Sifat Perencanaan Proyek

Rencana akhir terdiri atas tiga bagian yang berkaitan: lingkup, jadwal, dan biaya. Bagian lingkup (scope) menvebutkan spesifikasi setiap paket pekerjaan dan nama dari orang atau unit organisasi yang bertanggung jawab. Jika proyek adalah salah satu proyek yang memiliki spesifikasi yang tidak je1as, sebagaimana pada kasus yang terjadi di banyak proyek-proyek konsultasi, riset dan pengembangan, pernyataarr ini hams ringkas dan umum. Bagian jadwal (schedule) menyatakan estimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap paket pekerjaan dan hubungan antara paket pekerjaan, yaitu paket pekerjaan yang mana yang harus diselesaikan sebelum paket pekerjaan yang lain dimulai. Perangkat hubungan-hubungan ini disebut jaringan pekerjaan. Jaringan pekedaan akan dijelaskan di dalam bagian berikutnya. Biaya (cost) yang dinyatakan di dalam anggaran proyek, biasanya disebut anggaran pengendalian. Jika pekerjaan tidak cukup besar, biaya satuan moneter diperlihatkan secara kumpulan dari beberapa paket pekerjaan. Sumber daya yang akan dipergunakan unhrk masing-masingpaket pekerjaan, dinyatakan dalam jumlah nonmoneter seperti jumlah hari kerja, atau beton dalam yard kubik.

Analisis Jaringan

Beberapa alat tersedia untuk menl.usun jadwal proyek. Ada yang dikenal dengan teknik evaluasi dan penilaian program PERT, dan metode jalur kritis (critical path method CPM). Setiap teknik mempunyai tiga langkah pokok: (1) memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap paket pekerjaan, (2) mengidentifikasi saling ketergantungan antara paket pekerjaan (yaitu, paket pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum paket pekerjaan tertentu dapat dimulai), dan (3) menghitung jalur kritis. Secara kolektil hal-hal tersebut adalah teknik teknik untuk analisis jaringan kerja (network analysis). Suatu diagram jaringan kerja terdiri atas (a) sejumlah titik (nodes ),misdnyamilesfone, yang masing-masing merupakan standar yang harus dicapai untuk dapat menyelesaikan proyek garis-garis yang menghubungkan satu node dengan lainnya; garis-garis ini menggambarkan aktivitas-aktivitas. Perkiraan waktu untuk melaksanakan tiap aktivitas ini diperlihatkan pada diagram. Satu aktivitas yang menghubungkan dua kejadian, misalnya A dan B, menunjukkan bahwa aktivitas yang mengarah kepada B tidak dapat dimulai sebelum peristiwa A terjadi. Kegiatan ini adalah paket-paket pekeriaan. Jadi, diagram jaringan kerja memperlihatkan urut-urutan kronologis di mana peristiwa-peristiwa harus diselesaikan untuk menyelesaikan keseluruhan proyek. kejadian yang membutuhkan waktu total terpendek untuk menyelesaikan proyek.

  • Probabilitas PERT

seperti pemikjran awal dari PERT, perkiraan waktu yang diperkirakan bagi setiap aktivitas dalam jaringan dibuat atas dasar probabilitas. Tiga perkiraan dilakukan untuk setiap aktivitas; waktu yang sangat mungkin terjadi, waktu optimis dan waktu pesimis. waktu optimis dan waktu pesimis seharusnya mewakili probabilitas dari kira-kira 0,01 sampai 0,99 pada distribusi probabilitas normal. Kemudian disadari bahwa pendekatan ini mempunyai kesulitan yang serius dalam pelaksanaannya. para insinyur serta pihak-pihak lain yang diminta untuk membuat tiga perkiraan, menernukan hal ini merupakan pekerjaan yang paling sulit.

Memperkirakan Biaya

Karena alasan kepraktisan, perkiraan biaya sering kali dibuat pada tingkat agregat yang menggabuagkan beberapa paket pekerjaan menjadi satu. Sumber daya yang digunakan pada masing-masing paket pekerjaan dikendalikan dalam hal kuantitas fisiknya, bukan dalam bentuk biaya, sehingga membuat perkiraan biaya bagi setiap paket pekerjaan tidak akan banyak memberikan manfaat. Perkiraan biaya untuk kebanyakan proyek cenderung kurang akurat dibandingkan dengan perkiraan biaya untuk barang barang produksi karena proyek kurang terstandardisasi, dan informasi biaya yang terkumpul untuk pekerjaan sejenis, tidak absah untuk dijadikan sebagai dasar perbandingan. Namun demikian, jika kontraktor ielahmelaksanakan pekerjaan yang sama, biaya yang timbul pada paket pekerjaan ini akan memberikan titik awar untuk menaksir biaya proyek baru. Untuk beberapa pekerjaan, norma industri, atau peraturan telah dikembangkan dan berguna dalam memperkirakan biaya. Jelas, tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi di masa depan; oleh karenanya tidak seorang pun tahu berapa biaya yang akan terjadi nantinya. Dalam mem perkira kan biaya, dua macam ketidaktahuan yang harus pertimbangkan. Jenis pertama adalah ketidaktahuan yang diketahui adalah perkiraan biaya untuk aktivitas-aktivitas yang telah diketahui akan terjadi, misalnya menggali fondasi untuk rumah. sifat pekerjaannya diketahui; dan biayanya, walaupun tidak diketahui, sering kali dapat ditaksir dalam batas-batas yang layak berdasarkan pengalaman masa lalu. Tetapi, bila dijumpai kondisi-kondisinya diharapkan, misanya tanah berbatu perkiraan ini mungkin dapat menyimpang jauh. Ketidaktahuan yang lain adalah ketidak tahuan yang tidak diketahui untuk kegiatan ini, penaksir tidak tahu bahwa ini akan terjadi, dan oleh karenanya, tidak mungkin dapat memperkirakan biayanya. Penghentian pekerjaan, kerusakan karena badai atau banjir, tertundanya penerimaan bahan baku, kecelakaan, gagainya pengawas dari pihak pemerintah untuk bertindak secara tepat waktu, merupakan contoh-contoh kejadian ini. Dalam kontrak harga tetap, biasanya dinyatakan bahwa biava yang timbul karena kejadian seperti itu ditambahkan ke dalam harga tetap.

Penyiapan Anggaran pengendalian

Anggaran pengendalian dipersiapkan mendekati awal pekerjaan, memberikan, waktu yang hanya cukup untuk meminta persetujuan oleh pengambil keputusan sebelum komitmen dari biaya. untuk proyek yang panjang, anggaran pengendalian awal dapat dipersiapkan dengan rinci hanya untuk fase pertama proyek dengan perkiraan biaya yang agak kasar untuk tahap berikutnya. Anggaran yang terinci bagi fase berikutnya dipersiapkan hanya seberum pekerjaan dimulai pada fase-fase ini. Memperlambat penyiapan pengendalian anggaran sampai kepada hanya pekerjaan akan dimulai, memastikan bahwa anggaran pengendarian memakai informasi sekarang ini tentang cakupan dan jadwal, hasil analisis biaya, dan data sekarang tentang tingkat gaji, harga-harga baharr, dan variabel lainnya

Aktivitas Perencanaan yang Lain

Selama fase perencanaan, aktivitas yang lain tetap dikerjakan, bahan-bahan baku dipesan, izin-izin diperoleh, wawancara awal dilaksanakan, personel dipilih, dan seterusnva. semua aktivitas ini harus dikendalikan dan diintegrasikan ke dalam upaya proyek keseluruhan. Satu perangkat aktivitas berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian personel. setelah personel mulai bekerja, mereka akan saling mengenal satu sama lain dan menemukan di mana mereka cocok ditempatkan. di dalam,organisasi proyek, mereka belajar tentang apa yang diharapkan dari mereka. Informasi yang dipelajari dan harapan yang dikembangkan selama tahap ini merupakan bagian dari ikrim pengendalian, dan mereka dapat mempunyai dampak yang besar pada keberhasilan penyelesaian proyek.

PELAKSANAAN PROYEK

Pada akhir proses perencanaan proyek, bagi kebanyakan proyek akan terdapat spesifikasi paket pekerjaan, jadwal, dan anggaran; begitu pula, manajer yang bertanggung jawab atas setiap paket pekerjaan .yang teridentifikasi. Jadwal memperlihatkan perkiraan waktu bagi setiap aktivitas dan anggaran menperlihatkan perkiraan biaya dari setiap bagian pokok proyek. Informasi ini acap kali dinyatakan di dalam model keuangan. Jika sumber daya akan digunakan di dalam paket pekerjaan yang rinci diekspresikan di dalam istilah nonmoneter seperti jumlah hari kerja yang dibr-rtuhkary pengendalian.anggaran menyatakan biaya secara moneter hanya bagi kumpulan yang cukup besar dari masing-masing paket pekerjaan. Dalam proses pengendalian, data atas biaya aktual, waktu aktual, dan pencapaian actual dibandingkan dengan semua estimasi ini. perbandingan mungkin dapat dibuat ketika tercapainya milestone yang ditetapkan di dalam proyek atau pada interval wakt’ yahg telah ditentukan.seperti’dalam mingguan atau bulanan.

Sifat Laporan

Para manajer memerlukar tiga jenis laporan yang berbeda satu sama lain; laporan kendala, laporan kemajuan pekerjaan, dan laporan keuangan. Laporan kendala melaporkan baik masalah yang sudah terjadi (seperti keterlambatan yang disebabkan oleh sejumlah sebab-sebab yang memungkinkan) dan masalah di kemudian hari yang sudah diantisipasi. Masalah kritis akan ditandai. Sangat penting bahwa laporan ini segera sampai kepada manajer yang tepat sehingga tindakan korektif dapat dilaksanakan; laporan ini sering disampaikan melalui diskusi tatap muka, telepon, atau faksimili. Ketepatan terpaksa dikorbankan untuk kepentingan kecepatan; angka-angka kasar sering digunakanjumlah jam kerja, daripada biaya buruh, atau jumlah bata, daripada biaya material- Jika persoalan yang dilaporkan adalah signifikan, laporan lisan kemudian dikonfirmasikan dengan dokumen tertulis untuk menjadi catatan. Laporan kemajuan (progress report) mernbandingkan jadwal aktual dan biaya dengan jadwal yang direncanakan dan biaya-biaya bagi pekerjaan yang telah selesai dan mereka memuat perbandingan yang sama untuk aktivitas overhead yang tidak langsung terkait dengan pekerjaan. Varians yang berhubungan dengan harga, keterlambatan jadwal dan faktor-faktor sejenis dapat diidentifikasi dah diukur secara kuantitatif menggunakan teknik-teknik analisis varians yang sama dengan yang digunakan di dalam analisis operasi rutin. Laporan keuangan (financial report) adalah laporan yang akurat dari biaya proyek yang harus disiapkan sebagai basis untuk pembayaran tiap termin kemajuan pekerjaan jika itu merupakan kontrak penggantian biaya; dan mereka biasanya diperlukan sebagai dasar pencatatan ayat-ayat akuntansi keuangan untuk kontrak harga tetap. Akan tetapi, laporanJaporan ini kurang penting bagi pengendalian minajemen jika dibandingkan dengan inforrnasi biaya yang terdapat di dalam lapoian kemajuan. Karena laporan keuangan harus akurat mereka diperiksa dengan hati hati, dan proses inimemakanwaktu. Sedangkan informasi kasaryang tersedia dengan segera adalah lebih pentingbagi manajemen proyek.

  • Kuantitas Laporan

Untuk memastikan bahwa semria kebutuhan akan informasi telah terpenuhi, akuntan manajemen kadang-kadang membuat lebih dari jumlah optimum yang dibutuhkan dari laporan. Laporan yang tidak diperlukan atau informasi tambahan yang terdapat di dalam laporan, menimbulkan biaya tambahan dalam penyusunan dan pengiriman informasi. Yang lebih penting, pembacanya dapat membuang waktu secara percuma untuk rnembaca laporan itu, atau mereka mungkin melewatkan informasi yang penting karena terkubur di bawah sejnmlah besar hal-hal detail. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan proyek perhr dilakukan peninjauan atas kumpulan laporan tersebut dan hai ini mungkin dapat menyebabkan penghapusan dan penyederhanaan beberapa Iaporan.

  • Persentase Penyelesaian

Beberapa paket pekerjaan hanya akan selesai sebagian pada sdat tanggal pelaporan, dan persentase penyelesaian dari setiap paket pekerjaan semacam itu harus diperkirakan sebagai dasar untuk perbandingan waktu aktual dengan waktu yang dijadwalkan dan biaya aktual dengan anggaran biaya. jika pencapaian dapat diukur secara fisik, seperti jumlah pengecoran beton dalam yard kubik, persentase penyelesaian atas paket pekerjaan tersebut dapat diukur dengan mudah. Jika pengukuran kuantitatif tidak tersedia, sebagaimana dalam banyak kasus riset dan pengembangan dan proyek konsultasi, persentase penyelesaian bersifat subjektif. Beberapa organisasi membandingkan jam kerja aktual dengan jam kerja yang dianggarkan sebagai basis untuk menghitung penyelesaian pekerjaan tetapi ini mengasumsikan bahwa upaya aktual buruh telah menyelesaikan semua yang telahdirencanakan, di mana sebenarnya mungkin kenyataannva tidak seperti itu Laporan naratif atas kemajuan mungkin akan membantu, tetapi ini sering kali sulit diinterpretasi. Jika peisentase penyelesaian tidak dapat ditentukan darl data kuantitatif manajer akan mengandalkan observasi pribadi, pertemuan-pertemuarr dan sumber-sumber informal yang lain sebagai dasar untuk menilai kemajuan.

  • Merangkum Kemajuan

Sebagai tambahan dalam menentukan persentase penyelesaian tiap-tiap paket pekerjaan, sebuah rangkuman kemajuan dari keseluruhan proyek dapat sangat berguna. Pembayaran termin kemajuan pekerjaan acapkali dilakukan ketika milestone yang ditentukan telah dicapai. Jadi sistem biasanya memiliki beberapa metode pengumpulan tiap-tiap paket pekerjaan, yang memberikan pengukuran keseluruhan atas pencapaian

  • Daftar Perbaikan

Mendekati akhir proyek konstruksi, sponsor menyiapkan daftar butir-butir pekerjaan yang masih harus diselesaikan, termasuk kelemahan yang perlu diperbalki. Daftar perbaikan ini dinegosiasikan dengan manajer proyek. penlbayaran akhir ditahan sampai pekerjaan yang disetujui bersama telah diselesaikan. pembayaran termin yang telah dilakukan selama pelaksanaan proyek biasanya lebih kecil daripada biaya ditambah dengan laba sampai dengan hari ini, sehingga dapat menjadi pengaman dalam kasus seperti ini.

Penggunaan Laporan

  • Laporan Kendala

Para manajer banyak menggunakan waktunya untuk menghadapi laporan kendala. Pada umumnya, proyek memiliki banyak laporan seperti ini, dan salah satu tugas manajer adalah untuk menentukan yang mana yang mempunyai prioritas paling tinggi. Dalam jumlah jam per hari yang terbatas, manajer dari proyek yang besar tidak mungkin dapat menangani semua siluasi yang menyebabkan atau dapat menyebabkan proyek berjalan dengan kurang lancar. Oleh karena itu, manajer harus memutuskan masalah mana yang akan mendapat perhatian pribadinya, yang mana yang akan didelegasikan kepada orang lain, dan yang mana.akan diabaikarurya dengan asumsibahwa personel yang mengoperasikan akan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

  • Laporan Kemajuan

Manajer tidak saja hams rnelakukan pembatasan atas jumlah titik titik permasalahan yang mendapat perhatian mereka secara pribadi, mereka juga harus mencoba untuk menghindari pengeluaran banyak waktu untuk menyelesaikan masalah yang genting sehingga tidak ada lagl waktu yang tersisa untuk melakukan analisis yang saksama atas laporan kemajuan. Analisis seperti ini dapat mengungkapkan potensi masalah yang tidak tampak dl dalam laporan kendala, dan manajer perlu mengidentifikasi masalah-masalah dan merencanakan bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan. Godaan yang terjadi adaiah terlalu banyak menghabiskan waktu untrk masalah yang dihadapi saat ini dan tidak mempunyai cukup waktu untukk mengidentifikasi masalah yang kemungkinan akan muncul. Beberapa manajer dengan sengaja mengesampingkan sejumlah waktu untuk dapat merefleksikan apa yang adadi depan. Pendekatan untuk menganalisis laporan kemajuan adalah sesuatu yang telah dikenal sebagai “pengelolaan dengan pengecualian.” Jika kemajuanpada suatu bidang tertentu adalah memuaskan, maka tidak perlu diberikan perhatian atas bidang itukecuali untuk mengucapkan selamat kepada orang yang .bertanggung jawab) Perhatian dipusatkan kepada bidang-bidang di mana kemajuan tidak memuaskan, atau dapat menjadi tidak memuaskan. Analisis laporan yang memperlihatkan waktu aktuar dibandingkan dengan jadwal, dan biaya aktual dibandingkan dengan anggaran, adalah relatif langsung. Dalam interpretasi dari laporan waktu, praduga yang umun adalah bahwa jika paket pekerjaan diselesaikan kurang dari waktu yang diperkirakan maka pengawas yang bertanggung jawab harus diberi ucapan selamat jika lebih dari waktu yang diperkirakan unfuk pelaksanaannya, maka harus diajukan pertanyaan. interpretasi dari laporan biaya agak berbeda, karena terdapat kemungkinan bahwa jika biaya aktual adalahlebih rendah dari anggaran, maka kualitas dapat menjadi lebih buruk. Untuk alasan ini, kecuali jika tidak terdapat beberapa cara yang independen untuk memperkirakan berapa seharusnya biaya yang telah digunakan, kinerja biaya yang baik acapkali ditafsirkan sebagai pencapaian yang tepat sesuai dengan anggaran yang dibuat, tidak lebih tinggi dan juga tidak lebih rendah,

  • Biaya untuk menyelesaikan

Dalam laporan kemajuan mereka, beberapa organisasi membiladingkan biaya aktual yang terjadi sampai saai ini dengan biaya anggaran atas pekerjaan yang telah dilakukan sampai saat ini. organisasi yang lain melaporkan estimasi saat ini dari total biaya untuk keseluruhan proyek, dibandingkan dengan biaya yang dianggarkan untuk keseluruhan proyek tersebut. Estimasi saat iai diperoleh dengan mengambil biaya actual terakhir dan menambalrkan estimasi biaya untuk menyelesaikannya-yaitu, tambahan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jenis laporan yang terakhir disebutkan adalah cara yang berguna untuk memperlihatkan bagaimana proyek diharapkan akan selesai, asarkan estimasi biaya untuk menyelesaiiarmya dihitung dengan benar.

Sumber lnformasi lnformal

Karena laporan tertulis bersifat berwujud, penjelasan sistem pengendalian manaiemen cenderung dipusatkan kepada mereka dalam praktiknya, laporan-laporan ini biasanya kurang penting dibandingkan dengan informasi yang dikurnpulkan oleh manajer proyek dari pembicaraannya dengan karyawan yang benar-benar melakukan pekerjaan tersebut, dari anggota stafnya, dari rapat yang dijadwalkan secara rutin atau rapat ad.hoc, dati memo-memo informal dan dari inspeksi pribadi atas status pekerjaan. Dari sumber-sumber ini, manajer mempelajari adanya potensi masalah dan keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan kemajuan aktual yang menyimpang dari rencana sebelumnya. Informasi ini juga menolong manajer untuk memahami signifikansi dari laporan formal, karena laporan-laporan ini mungkin tidak menguraikan kejadian-kejadian penting yang mempengaruhi kinerja aktual.

Revisi

Jika sebuah proyek temyata kompleks atau memakan waktu yang panjang, terdapat kemuingkinan besar bahwa rencana yang dibuat tidak dipenuhi satu atau lebih dari ketiga aspeknya: ruang lingkup, jadwal, atau biaya. Kejadian vang umum adalah ditemukan kemungkinan terjadinya kelebihan biaya-yaitu biaya aktual yang melampaui biaya menurut anggaran. jika hal ini terjadi, sponsor dapat memutuskan untuk menerima kelebihan.dan melanjutkan proyek sebagaimana awalnya direncanakan, memutuskan untuk mengurangi ruang lingkup proyek dengan tujuan untuk mendapatkan hasil akhir yang masih berada di dalam pembatasan biaya awalnya, atau memutuskan untuk mengganti manajer proyek jika sponsor menyimpulkan bahwa kelebihan biaya tersebut adalah tidak dibenarkan. Apa pun keputusannya, biasanya akan mengarah kepada revisi atas rencana. Dalam beberapa kasus, sponsor dapat menilai bahwa estimasi terkini dari hasil adalah lebih rendah . daripada perkiraan biaya untuk menyelesaikannya dan oleh karenanya memutuskan nntnk menghentikan proyek (biaya yang telah terjadi akan ditelan sunk cost dan oleh karenanya harus diabaikan di dalam pembuatan keputusan ini) Jika rencana direvisi, maka akan muncul pertanyaan berikut: apakah lebih baik membandingkan kemajuan masa depan terhadap rencana yang direvisi atau terhadap rencana awal? Rencana yang telah direvisi diasumsikan mentpakan indikasi yang lebih baik dari kinerja yangdiharapkansaat ini, tetapi terdapat bahaya di mana manajer proyek yang persuasif dapat menegosiasikan penambahan yang tidak dibenarkan di dalam biaya yang dianggarkan atau akan dimasukkan di dalam rencana yang telah direvisi, dan akibatnya menyembunyikan inefisiensi yang telah terakumulasi sampai sekarang. Dalam kedua kasus, rencana perbaikan mungkln menjadi batas batas dari karet-yaitu bukannya malah memberikan benchmark yang pasti sebagai ukuran kinerja, ia malah direntangkan untuk menutupi inefisiensi

Audit atas Proyek

Di banyak proyek, aUdit atas mutu harus dilaksanakan pada saat Pekedaan sedang dikerjakan. Jika pekerjaan tertunda, pekeiaan yang salah Pada tiap Paket pekerjaan dapat disembunyikani mereka ditutupi oleh pekeriaan berikutnya. (sebagai contoh, kualitas pekerjaan pemasangan pipa dalam sebuah proyek konstruksi tidak dapat diperiksasetelahdindingdanplafon telah selesai dikerjakan.) Dalambeberapa proyek, auait atas biaya juga diiakukan sejalan dengan kemajuan proyek sedangkan untuk yang 1ain, audit biaya tidak diiaksanakansampai proyek tersebutselesai. Pada umumnya, audit yang dilakukan sembari proyek berjalan, adalah lebih disukai ia dapat mengungkapkan potensi kesalahanyang dapat dikoreksi sebelum mereka menjadi serius. Namun demikian, para auditor proyek sebaiknya tidak menggunakan waktu dari mereka yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan secara berlebihan.

Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja dalam pelaksanaan proyek mempunyai dua aspek: (1) evaluasi terhadap manajemen proyek, dan (2) evaluasi dari proses pengelolaan proyek. Tujuan yang pertama adalah untuk membantu pengambilan keputusan yang berhubungan dengan manajer proyek, termasuk imbalan, promosi, kritik membangun, atau penugasan kembali. Tujuan hal yang terakhir adalah untuk menemukan cara yang lebih baik dalam pelaksanaan proyek berikutnya. Dalam banyak kasus, evaluasi ini bersifat informal. Jika hasil dari proyek tidak memuaskan dan jika proyek tersebut penting, evaluasi formal akan perlu dilaksanakan. Begitu pula, evaluasi formal atas proyek yang sangat berhasil dapat mengidentifikasi teknik-teknik yang akan memperbaiki kinerja dari proyek-proyek di kemudian hari.

  • Cost Overrun

Ketika biaya aktuai melebihi biaya yang dianggarkan, maka dinyatakan terjadi cost overrun. Bagi beberapa orang, ini dapat diartikan bahwa biaya aktual terlalu tinggi. Tetapi sebuah kesimpulan lain yang dapat diambil adalah biaya yang dianggarkan terlalu rendah. jika biaya lebih tinggi terjadi karena adanya perubahan dalam ruang lingkup proyek atau faktor-faktor lain yang tidak dapat dikendalikan, penjelasan yang dapat diberikan adalah kekurangan estimasi biaya yang akan terjadi, bukanya pembebanan biaya aktual yang berlebihan. Penafsiran terhadap laporan biaya diperumit oleh perlunya dilakukan analisis atas anggaran dan biaya aktual.

  • Peninjauan Kembali

Dalam melihat kembali sampai sejauh mana pekerjaan proyek telah dikelola dengan baik, godaan alamiah yang terjadi adalah mengandalkan pada informasi yang tidak tersedia pada waktu proyek dilakukan. Dengan melihat kembali ke belakang, biasanya akan dapat ditemukan keadaan-keadaan di mana keputusan yang “benar” temyata tidak dilakukan. Namttn denrkian, keputusan yang dibuat pada saat itu dapat waiar sepenuhnya. Manajer mungkin tidak mempunyai semua informasi pada waktu itu manajer mungkin tidak menangani masalah tersebut karena masalah lain mempunyai prioritas yang lebih tinggi, atau manajer dapat mendasarkan keputusan atas pertimbangan pribadi, pengorbanan atau faktor-faktor lain yang tidak dicatat di dalam sebuah laporan tertulis Meskipun demikian, beberapa indikasi Positif atas manajemen yang buruk mungkin dapat diidentifikasikan. Penyimpangan dana atau aktiva lainnya untuk – penggunaan pribadi manajer proyek adalah satu contoh yang jelas Jika terdapat terdapat spesifikasi besar atau biaya yang berlebih, perubahan ini harus disetujui dan arus kas harus dihitung kembali untuk menentukan apakah hasil dari proyekmasih dapat diterinra. Contoh yang lain dari manajemen yang buruk adalah kegagalan manajer untuk memperketat sistem Pengendalian yang memungkinkan tqrjadinya pencurian, tetapi ini lebih sullt untuk dinilai karena pengendaiian ketat yang berlebihan dapat memperlambat kemajuan proyek Adanya bukti bahwa manajer menganggap pengendalian biaya kurang penting jika dibandingkan dengan proakif yang diselesaikan tepat jadwal juga merupakan indikasi lain dari kebobrokan manajemen, tetapi ini bukanlah bersifat konklusif. sponsor dapat mengabaikan anggaran yang terlewati jika produk yang dihasilkannya memuaskan dan secara finansial berhasil, sebagaimana yang sering terjadi pada proyek perfilman dan transaksi investasi perbankan. Evaluasi atas proses mungkin mengindikasikan bahwa peninjauan yang dilaksanakan selama proyek dilaksanakan adalah kurang memadai atau tindakan yang tepat waktu tidak diambil berdasarkan peninjauan ini Evaluasi juga dapat mengarah kepada perubahan di dalam peraturan atau prosedur. Evaluasi dapai mengidentifikasi beberapa peraturan yang menghalangi pelaksanaan proyek secara efisien Sebaliknya, ia dapat mengungkapkan pengendalian yang tidak memadai sebagai bagian dari evaluasi’ saran untuk perbaikan proses harus diminta dari personel proyek

Evaluasi hasil

keberhasilan sebuah proyek tidak dapat dievaluasi sampai setelah berlalunya cukup banyak waktu Hal ini dapat membutuhkan waktu bertahun tahun.Kecuaii jika dampaknya dapat diukur secara khusus, evaluasi seperti ini mungkin tidak memiliki manfaat untuk dilakukan. Bagi banyak proyek, evaluasi hasil diperumit oleh adanya fakta bahwa kerinbungan yang diharapkan tidak dinyatakan dalam tujuan, hal-hal yang dapat diukur keuntungan actual juga tidak dapat diukur. Dalam hai seperti ini analisis keuntungan biaya secara kuantitatif tidak layak untuk digunakan, dan kepercayaan harus diletakkan pada pertimbangan oleh orang yang mengetahui proyek, ini merupakan situasi yang dihadapi oleh mayoritas proyek yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi nirlaba banyak proyek riset dan menelitian dilakukan oleh staf unit dan proyek yang sasarannya adalah untuk meningkatkan keselamatan atau melenyapkan kelemahan lingkungan bagian dari evaluasi seharusnya adalah perbandingan dari hasil sebenarnya dengan hasil yang diantisipasi ketika proyek disetujui. Hasil yang diantisipasi didasarkan kepada asumsi tertentu dan asumsi ini seharusnya telah didokumentasikan sesama proses persetujuan proyek. Kecuari jika disadari adanya kebutuhan untuk melakukan pendokumentasian, catatan tersebut kemungkinan udak lengkap atau tidak jelas. orang yang mengevaluasi harus meramarkan kemungkinan kebutuhan di masa depan untuk doknmentasi seperti ini dan memastikan bahwa informasi yang diperlukan telah dikumpulkan dan disimpan. Karena keterbatasan ini pura, hasil dari beberapa proyek yang relatif sedikit akan tergantung kepada evaluasi formal? penjelasan di bawah ini mengusulkan kriteria pemilihan dari proyek-proyek yang hendak dievaluasi:

  • Proyek tersebut seharusnya cukup penting untuk dapat membenarkan dilakukannya pengeluaran dan usaha yang cukup banyak cralam sebuah evaluasi formal.

  • Hasil yang didapartbiasanya harus dapat dikuantifisir. Terutama jika proyek dimaksudkan untuk menghasilkan sejumlah tertentu tambahan laba, laba actual yang dikaitkan teihadap proyek tersebutjuga sebaiknya dapat diukur.

  • Akibat dari variabel yang tidak dapat diantisipasi harus diketahui, atau setidak tidaknya yang mendekati, dan mereka seharusnya tidak menutupi dampak akibat perubahan yang terjadi pada asumsi saat proyek disetujui.

  • Hasil dari evaluasi harus-mempunyai kesempatain yang baik untuk mengarah kepada dilakukannya suatu tindakan khususnya analisis tersebut dapat membawa kepada catatan yang lebih baik dalam mengusulkan dan memutuskan dilakukannya proyek-proyek di masa depan

Terkadang, proyek-proyek yang tidak memenuhi kriteria-kriteria di atas harus dipilih untuk dianalisis kekurangan yang terdapat di dalam sistem untuk pengendalian proyek yang secara relatif tidak penting dapat diabaikan jika penilaian dibatasi hanya kepada proyek-proyek besar saja

file:///D:/sesi-5_laporan-audit-manajemen.pdf

About Agungrakhmat04

so easy to get me
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s